Instagram

Senin, 08 Februari 2016

Program bak sampah meluas hingga kedaerah keperbatasan ibu kota, dikota bekasi yang berbatasan langsung dengan jakarta akan meluncurkan program membuang sampah online

Program bak sampah  meluas hingga kedaerah keperbatasan ibu kota, dikota bekasi yang berbatasan langsung dengan jakarta akan meluncurkan program membuang sampah online


Pemerintah kota bekasi jawa barat pada pertengahan bulan juli 2016 ini akan melengking secara luas yang berbasis aplikasi melalui sistem online, walikota bekasi rahmat efendi mengatakan untuk membuat program atau aplikasi bang sampah secara online tersebut, pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak ketiga.

Sebelum di lounching secara luas pemerintah kota bekasi menurut walikota akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu dengan warga kota bekasi tentang bagaimana cara ikut dalam bank sampah online.

Bank sampah online milik pemkot bekasi nantinya dikendalikan dari kontrol center yang ada diruang rapat kerja walikota bekasi . kota bekasi sendiri tong sampah online sebenarnya sudah berjalan sejak awal tahun 2016. peluncurannya berlangsung di gang damri kelurahan jatiwaringin kecamatan pondok gede, sistem tersebut mengadopsi metode bank sampah berbasis teknologi informasi.

Bank sampah merupakan suatu sistem pengelolahan sampah kering secara kolektive yang mendorong masyarakat untuk berperan aktif didalamnya.

Sistem ini akan menampung, memilah dan menyalurkan sampah bernilai ekonomis, sehingga masyarakat mendapatkan keuntungan dari menabung sampah.

Lembaga inkubasi bisnis pengusaha kecil merupakan lembaga yang mengisiasi penerangan keuangan bank sampah yang terintegrasi secara online. Pengelolaan keuangan mengadopsi sistem keuangan profsional seperti  yang ada di bank konfensional yang ada pada umumnya. Sistem transaksi sampah secara online dan realtime tersebut diyakini akan meningkatkan gairah masyarakat untuk mengelolah sampah dirumahnya masing-masing.


Sumber : Radio Republik Indonesia

Senin, 01 Februari 2016

Batalion Yonif 144 Jaya Yudha Kodam 2 Sriwijaya dan yonif 312 kalahitam kodam 3 siliwangi siap menggantikan siap menggantikan pantas yang sudah 9 bulan menjaga perbatasan indonesia malaysia.

Batalion Yonif 144 Jaya Yudha Kodam 2 Sriwijaya dan yonif 312 kalahitam kodam 3 siliwangi siap menggantikan siap menggantikan pantas yang sudah 9 bulan menjaga perbatasan indonesia malaysia.


Dua bataliyon infantri masing-masing Batalion Yonif 144 Jaya Yudha Kodam 2 Sriwijaya dan yonif 312 kalahitam kodam 3 siliwangi yang tergabung dalam pasukan pengamanan perbatasan pantas siap menjaga dan mengamankan perbatasan RI dan Malaysia.

Kedua bataliyon pasukan pantas yang tiba dipelabuhan pontianak dengan KRI teluk rantai 509 sabtu 30 Januari 2016 akan  menggantikan dua batalian pasukan pantas yang selama 9 bulan menjaga perbatan RI Malaysia yaitu yonif 644  walet sakti dari pasukan organik kodam 12 tanjuk pura dan yonif 132 bima sakti dari kodam 1 bukit parisan.

Pangdam 12  tanjung pura yaitu mayor jendral TNI agung ristianto MDA seuasai memimpin upacara penyambutan 2 bataliyon pasukan perbatasan dilapangan kodam setempat minggu, 31 januari 2016 mengatakan kedua bataliyon pengganti tersebut bertugas di tempat yang sama dengan bataliyon sebelumnya.

Jadi mereka ini, karena tugas ini sudah lama dan sudah seperti itu jadi sudah menjadi prosedur tetap sehingga tugasnya sama, lokasinya sama walaupun ada evaluasi-evaluasi yang kita lakukan untuk diberikan masukan masukan kepada komando atas dan komando atas sedang mempertimbangkan untuk penambahan-penambahan pos dari kondisi yang ada.

Namun ditegaskan pangdam sampai saat ini masih diberikan personil yang sama sehingga jika nanti ada penambahan pos maka personil tiap-tiap pos akan berkurang dari rata-rata sebelumnya 15 mejadi 11 atau 12 personil per pos, tetapi dalam hal ini negara juga tidak mengabaikan unsur kesulitan yang dihadapai dilapangan seperti sekarang ini.

Mabes TNI memberikan bantuan sebanyak 74 motor trail untuk menunjang oprasional pantas sehingga pelaksanaan patroli dapat dilaksanakan dengan kendaraan bermotor, hal ini tidak seperti selama ini dalam melaksanakan patroli diperbatasan dengan berjalan kaki, tetapi sekarang disiapkan motor oleh negara guna memudahkan pasukan pntas dalam melaksanakna tugas-tugas patroli.


Kedua bataliyon pantas yang baru datang ini langsung melakukan pergeseran menuju 59 pos perbetasan sepanjang 966 KM perbatasan kedaulatan NKRI diwilayah kalimantan barat.

Pendidikan yang menguasai keterampilan yang dimanokwari harus didukung dalam rangka menyiapkan generasi muda yang berkualitas dan mandiri dilaporkan oleh Prio Agus.

Pendidikan yang menguasai keterampilan yang dimankwari harus didukung dalam rangka menyiapkan generasi muda yang berkualitas dan mandiri dilaporkan oleh Prio Agus.


Tegasnya ketua komisi A DPR D Manukwari Ayu Batarai, program sekolah berbasis standar nasional pendidikan SBSNP dikelontorkan oleh lembaga penjaminan mutu pendidikan LPMP papua barat sangatlah tepat alasannya, program pendidikan ini lebih diarahkan pada penguasaan keterampilan bagi siswa sejak dini dan hal itu sudah terbukti hasilnya dipaparkan pada pameran Publikasi hasil dan ujung kerja program SBSNP bagi SMP dimanokwari, siswa berhasil mendaur ulang sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis dan berbagai karya-karya nyata lainnya.

Berharap kedepannya ini jangan hanya berhenti disini tetapi perlu kita tingkatkan lagi bahkan bisa kita jadikan Icon daerah kalau perlu kita membuat suatu sanggar dimana guru-guru yang kreatif dan anak-anak yang kreatif bisa lebih ditingkatkan lagi untuk menarik minat mereka, mengembangkan apa yang menjadi kreatif mereka dalam mengembangkannya, jadi mereka menciptakan sesuatu yang ada dipikirannya untuk kemudian kita jadikan sumber ekonomi. Mereka. Mereka sudah bisa mandiri baru bisa kita lepas. Karena dengan ini kita mengajarkan kepada anak-anak hidup yang sebenarnya. Bukan hidup didalam mimpi tetapi realita hidup ini, disamping juga tentunya jang kita lupakan pendidikan formal. Ayu Batari


Komisi A salah satunya membidangi pendidikan  ayu batarai berharap kepada semua pihak memberikan dukungan terhadap program-program yang bermuara pada penguasaan keterampilan, sebab hal ini sebagai tuntutan diera globalisasi ini terlebih masyarakat ekonomi asean (MEA). Jika tidak menginginkan generasi muda kita akan hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, dewan sendiri tegeasnya Ayu Batarai aka mendorong eksekutif mengalolakasikan anggaran pada program ini tentunya disesuaikan dengan kemampuan ketersediaan dana.